Perbedaan Profesi Terhadap Alumni FITK UINSU

    Saya melakukan sebuah penelitian kepada alumni FITK UIN Sumatera utara yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda, yaitu formal dan nonformal. Penelitian ini juga menjadi bagian dari tugas mata kuliah Profesi Keguruan. Melalui penelitian ini kita dapat menggali persepsi dan kesiapan para alumni terhadap dunia pekerjaan yang beragam. 

     Alumni pertama adalah ibu Fauziah Nur Khairiwa, ia merupakan alumni dari prodi Ilmu Pengetahuan Sosial. Ibu Fauziah sudah mulai mengajar sedari semester akhir disebuah sekolah yang berada di kampungnya. Ia merupakan pendidik yang memiliki orientasi nilai yang kuat. Baginya, mengajar bukanlah sekadar pekerjaan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga sebuah ibadah dan ladang amal yang penuh keberkahan. Ia memandang profesi guru sebagai investasi jangka panjang melihat murid-muridnya sukses di masa depan merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak ia temukan pada profesi lain. Prinsip inilah yang membuatnya mantap dan tidak berniat untuk berganti profesi apa pun selain menjadi seorang pendidik. Ibu Fauziah juga memperlihatkan tingkat kompetensi profesional yang baik. Ia memahami pentingnya strategi pembelajaran, media dan teknologi pendidikan, serta psikologi perkembangan peserta didik. Hal ini juga menunjukkan bahwa ia tidak hanya memahami teori saja, tetapi mampu mengaitkannya dengan kebutuhan kerja nyata. Ia juga menyadari bahwa literasi digital merupakan tuntutan pendidikan modern, yang menegaskan sikap adaptifnya terhadap perkembangan zaman. Walaupun tidak aktif dalam komunitas saat kuliah, ia cukup aktif di berbagai media sosial yang membuatnya tetap terhubung dengan informasi baru.

     Kemudian alumni kedua adalah pak Arif Abdul Ghani Lubis, ia merupakan alumni dari prodi Manejem Pendidikan dan ketika menjadi mahasiswa ia juga pernah aktif dalam organisasi SAPMA namun tidak berlangsung lama. Dan ketika pak Arif lulus, ia memulai pekerjaan pertamanya sebagai seorang kurir, ketika ditanya apakah ingin mengganti profesinya ia menjawab bahwa ia belum berencana mengganti profesinya, namun ia juga menyadari bahwa ia perlu mencari pekerjaan yang lebih menjamin kestabilan hidup dan masa depannya. Pak Arif ini memiliki karakter yang realistis dan pragmatis dalam menentukan pilihan kariernya. Namun ketika wawancara berlangsung ia juga menyebutkan beberapa mata kuliah yang dibutuhkan sekarang, seperti Teknologi Informasi dan Public Speaking, karena menurutnya hampir semua bidang pekerjaan kini bergantung pada teknologi digital dan mengingat dunia kerja menuntut kemampuan komunikasi yang baik, tidak hanya dengan rekan kerja tetapi juga dengan banyak pihak lainnya. 

        Jadi kesimpulannya, Ibu Fauziah ini menunjukkan dedikasi yang sangat tinggi terhadap profesi guru. Ia menjelaskan bahwa mengajar bukan sekadar pekerjaan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga ibadah, ladang amal, dan investasi jangka panjang. Motivasi utamanya bersifat intrinsik dan penuh nilai spiritual. Ia merasa puas melihat murid-muridnya sukses di masa depan, dan prinsip ini membuatnya mantap serta tidak berniat berganti profesi apa pun selain menjadi pendidik. Walaupun kekurangannya adalah minimnya keterlibatan dalam komunitas atau organisasi saat kuliah, tetapi ia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang guru dengan ilmu-ilmu yang sudah didapatkannya selama masa perkuliahan.

        Begitu juga dengan pak Arif, ia adalah sosok yang realistis, praktis, dan sangat peka terhadap kebutuhan dunia kerja modern. Ia memiliki orientasi hidup yang sangat mempertimbangkan aspek keamanan finansial dan mencari pekerjaan yang lebih stabil serta menjamin masa depan. Meskipun pekerjaannya jauh dari pendidikannya yang sebelumnya tetapi ia masih tetap berusaha, tidak mudah menyerah dan tetap berusaha mencari pekerjaan yang lebih menjamin masa depannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas di Bawah Langit Gaza